Rabu, 04 Desember 2019

Hadiri Bimtek Jitupasna Danramil 0804-13/ Bendo Siap Membatu Penangulangan Bencana


Magetan. Dalam rangka memberikan pengetahuan bagaimana cara mengkaji kebutuhan Pasca Bencana dan penyusunan reaksi rehabilitasi dan rekontruksi Pasca Bencana secara cepat, tepat dan terpadu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan mengadakan Bimbingan Teknis  (Bimtek) Pengkajian Kebutuhan Paska Bencana (Jitupasna) yang diselenggarakan di Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. (Kamis, 5/12)

Bimbingan Teknis ini dihadiri langsung Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan Ari Budi Santoso, SH. MM. Narasumber Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kabupaten Magetan Suparman, S Sos. dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan Feri YogaSaputra. Hadir pula Forkopimca Bendo diantaranya Camat Bendo Tri Atmadi, S.Sos., Danramil 0804-13/ Bendo Kapten Inf Sarpan, Kapolsek Bendo AKP Endang Wahyuni, SH. Anggota Koramil 0804-13/ Bendo, Anggota Polsek Bendo, Perangkat Desa, Anggota TRC-PB dan Pusdalop BPBD Magetan.

Ari Budi Santoso, SH. MM. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan mengatakan bahwa Potensi bencana alam di Kabupaten Magetan antara lain banjir di daerah Kartoharjo, Ngelang dan Njajar, Longsor Plaosan Panekan Poncol, kekeringan dan puting beliung. Kerugian akibat bencana sangat mengganggu perekonomian di Kabupaten Magetan. Diperlukan penangananan yang sangat serius dan pelayanan kepada masyarakat pasca bencana alam. Kegiatan penanganan bencana alam terbagi menjadi 3 tahap antara lain Prabencana, Tanggap darurat dan Pasca bencana.

Rehabilitasi dan rekonstruksi dampak bencana merupakan upaya yang dilakukan dalam rangka penanggulangan bencana pada tahap pasca bencana.  Rehabilitasi dan rekonstruksi dampak bencana harus selaras dengan rencana pembangunan, baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional. Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) adalah suatu rangkaian kegiatan pengkajian dan penilaian akibat bencana, analisis dampak dan perkiraan kebutuhan yang akan menjadi dasar bagi penyusunan renaksi rehabilitasi dan rekonstruksi. Pengkajian dan penilaian meliputi identifikasi, perhitungan kerusakan, kerugian fisik dan non fisik yang menyangkut aspek pembangunan manusia, perumahan atau pemukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial dan lintas sektor.

Danramil 0804-13/ Bendo Kapten Inf Sarpan mengatakan bahwa Kami sebagai Anggota TNI dan sekaligus  sebagai Aparat Kewilayahan, kami siap membantu dalam penanganan bencana. Baik dalam pelatihan-pelatihan dalam menghadapi Bencana maupun membatu dalam Pra Bencana, pada saat tanggap Bencana maupun pada saat pasca Bencana. Kita harus bersyukur wilayah Kecamatan Bendo minim terhadap Bencana Alam, namun kita jangan terlena dengan hal tersebut. Harus harus tetap waspada terhadap Bencana yang bisa timbul sewaktu-waktu apalagi ini musim pancaroba sehingga sangat rawan terhadap Bencana Puting beliung yaitu Desa Kleco, Setren, Duwet, Belotan dan bulugledeg. Sedangkan untuk Bencana banjir di Desa Tegalarum yang dilalui sungai. (R13)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar