Rabu, 16 Oktober 2019

Temu Lapang Inovasi Jagung Hibrida Unggul Prolifik, Upaya Khusus (UPSUS) mendukung Swasembada Jagung, Magetan


Magetan Jawa Timur, Temu Lapang jagung hibrida prolifik dengan tema “Inovasi jagung hibrida unggul Prolifik, upaya khusus (UPSUS) mendukung swasembada jagung, dilaksanakan pada tanggal 16 oktober 2019  bertempat di Di Desa Truneng Kecamatan Sukomoro Kabupaten magetan Jawa Timur dengan Kelompok Tani seluruh kabupaten magetan. Acara temu lapang dihadiri oleh Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan ketahanan pangan (TPHPKP) Kabupaten magetan di wakili oleh Suwarno SP, Kasdim 0804/Magetan Mayor Inf Muji Wahono, Kades Truneng, Perwakilan Kelompok tani seluruh Kabupaten magetan dan Babinsa Pendamping Upsus Dari masing Koramil Jajaran Kodim 0804/Magetan.


Acara diawali dengan sambutan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan ketahanan pangan (TPHPKP) Kabupaten magetan dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terimakasih kepada BPTP Jawa Timur  karena  Desa Truneng  terpilih menjadi lokasi pengembangan jagung hibrida unggul prolifik produktivitas tinggidi wilayah Magetan. Selanjutnya disampaikan pemaparan hasil pengkajian oleh penanggung jawab kegiatan yaitu oleh Suwarno SP, hasil tersebut diantaranya adalah : 1). Respon petani cukup baik terhadap performa VUB jagung prolifik dan tongkol dua yang keluar lebih dari 80 %, 2). Respon petani cukup baikf terhadap display varietas jagung hibrida produk Balitbangtan, secara berurutan respon positif diberikan kepada HJ21 (Premium), HJ22 (Bima Super), Bima 20, Bima 19, dan Bima 14, 3). Respon petani tersebut perlu didukung oleh ketersediaan benih di lapangan, 4). Produksi jagung tertinggi dihasilkan oleh varietas Premium 919, diikuti oleh Bima 20, dan Bima 15 dengan hasil (ton/ha biji kering giling) masing-masing adalah 11,164; 9,214;dan 9,086, 5). Penangkaran jagung hibrida dapat dilakukan di tingkat petani.

Dalam sambutannya Camat Sukomoro mengapresiasi terhadap pengkajian yang di lakukan oleh BPTP Jawa Timur, sehungga Kecamatan Sukomoro menjadi pelopor inovasi teknologi jagung hibrida prolifik di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Magetan. Beliau juga mendukung pengembangan jagung hibrida unggul prolifik produktivitas tinggi di wilayahnya dan diharapkan menjadi Kecamatan terdepan dalam produksi jagung. Sambutan selanjutnya dari Kepala Dinas Pertanian yang menyampaikan terima kasih kepada BPTP Jawa timur yang telah melakukan pengkajian pengembangan jagung hibrida unggul prolifik produktivitas tinggi, dan mengharapkan kegiatan bisa dilanjutkan dan berkembang pada tahun yang akan datang, dan bisa berkembang ke wilayah lain yang ada di Kabupaten Magetan.
Dalam diskusi berkembang permasalahan, potensi, peluang dan masukan dari para petani dan petugas diantaranya adalah :
Pada komoditas jagung harga di tingkat petani diharapkan stabil, tidak seperti pada komoditas lainnya, serta diharapkan pada setiap program pemerintah dipikirkan juga jaminan pasar terhadap komoditas yang dianjurkan ditanam petani, sehingga petani tidak mengalami kerugian. Pada komoditas jagung pada tingkat nasional sudah ada perjanjian/MOU dengan asosiasi pengusaha pakan ternak dalam hal pemasaran, dan pernyataan dari pemerintah yang menyatakan bahwa jika produksi jagung nasional sudah mencukupi maka pemerintah tidak akan melakukan impor jagung.
Penangkaran benih jagung hibrida yang sudah dilakukan petani perlu di tingkatkan lagi dengan menerapkan prosedur yang sudah dipersyaratkan oleh BPSBTPH agar memenuhi syarat untuk menghasilkan benih yang bersertifikat. Pihak BPSBTPH siap membantu dalam proses produksi benih asalkan petani mempunyai komitmen dan kejujuran dalam melakukan produksi benih jagung hibrida. (tsr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar