Rabu, 02 Oktober 2019

Danramil 0804/12 Lembeyan Turut Menyambut Tim Verifikasi Lomba Kampung KB Tingkat Provinsi Jawa Timur DI Desa Tapen


Magetan,  Tim verifikasi Kampung KB tingkat Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan ke Dusun Wonorejo, Desa Tapen, Kecamatan Lembeyan , Kabupaten Magetan, Rabu (02/09/2019).

Tampak hadir dalam acara tersebut  Kepala Perwakilan BKKPN Jawa Timur Selaku  Ketua Tim Verifikasi Provinsi Jawa timur  Yen Rizal Makmur beserta Anggota, Kepala Bidang Keluarga Berencana Kabupaten magetan Miftahudin, Kasi Dalduk PPP KB & PPPAMagetan  Rina Sulistyowati, Camat Lembeyan Saiful Yani, Danramil 0804/12 Lembeyan Kapten Inf Puguh Priandoko, Kapolsek Lembeyan yabg di wakili Kanit Binmas Aiptu Jiran, Kepala Puskesmas Dr. Tatang Legowo ,  Kepala PLKB kecamatan Lembeyan Sutedjo, Dinas pertanian Kecamatan Supriyanto,, kepala Desa beserta perangkat Desa Tapen.

Dalam sambutanya Kepala Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Magetan drh. Kustini M.Si, mengatakan, Kampung KB merupakan suatu wadah bagi masyarakat yang komitmen untuk mengikuti berbagai program KB. Ia mengharapkan, para kader tidak hanya fokus pada KB saja, akan tetapi harus merambah ke sektor lain, seperti peningkatan pendidikan, ketahanan keluarga, pencegahan nikah dini, KDRT hingga pencegahan Narkoba.

“Jangan sampai semangatnya untuk mengubah keadaan turun. Sebab, melalui program ini bonus demografi bisa ditekan, kesejahteraan masyarakat bsia meningkat serta mencegah kekerasan dalam rumah tangga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKPN jawa Timur Yen Rizal Makmur, Selaku  Ketua Tim Verifikasi Provinsi Jawatimur, dalam sambutanya  mengatakan, "Dalam penilaian lomba Kampung Keluarga Berencana kali ini ada tiga kriteria penilaian dalam agenda verifikasi ini, di antaranya profil data, pendaftaran secara online, dan rechecking ke lapangan.

“Rechecking ini dimaksudkan untuk melihat data yang masuk benar- benar sesuai fakta yang ada di lapangan. Rechecking juga merupakan penilaian yang bobotnya paling tinggi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yen Rizal Makmur,  penilaian juga melihat delapan aspek fungsi keluarga yang sudah dijalankan, di antaranya mencegah kekerasan anak, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, anak putus sekolah, dan aspek yang lainya.

“Kami berharap semoga penerapan Kampung Keluarga Berencana (KB) bukan hanya saat ada penilaian saja, tapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. ( R12)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar