Selasa, 24 September 2019

Babinsa Dan Warga Desa Dukuh Kecamatan Bendo Lestarikan Adat Dan Budaya Tradisional


MAGETAN, Babinsa Desa Dukuh Koramil 0804-13/ Bendo Sertu Abdul Manis dan warga binaannya lestarikan budaya tradisional dengan menggelar doa bersama dan tarian gambyong (tayuban) dalam rangka kegiatan Bersih Desa. Kegiatan bersih desa atau orang jawa sering menyebutnya “Nyadran” yang dilaksanakan hanya satu kali setiap tahunnya merupakan wujud budaya lokal yang terus dilestarikan oleh masyarakat khususnya masyarakat jawa. Tidak terkecuali masyarakat Desa Dukuh Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan tetap melestarikan budaya bersih Desa tesebut. Ini tampak terlihat guyubrukun mulai dari Perangkat Desa dan masyarakatnya bersama-sama melaksanakan rangkaian kegiatan bersih desa tersebut dengan membawa aneka makanan ke punden untuk mengikuti acara selamat dan doa bersama serta dilanjutkan gambyongan (tayuban). (Selasa, 24/09)

Dalam kegiatan Bersih Desa atau juga sering disebut Sedekah Bumi merupakan budaya lokal yang perlu terus dilestarikan untuk kesadaran ekologis manusia agar paham dengan alam dan manusia yang secara sadar peduli dengan keadaan alam. Yang menarik adalah masyarakat kita dahulu begitu menghargai alam. Hal ini terbukti dengan adanya ritual bersih desa dan sampai sekarang tetap di lestarikan, sebagai bentuk atau wujud penghormatan manusia terhadap alam. Serta untuk mempersatukan seluruh masyarakat dalam satu wadah yang di anggap sakral ini untuk bersatu memanjatkan doa dan rasa syukur atas limpahan rahmat dan rezeki kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kepala Desa mengajak seluruh masyarakat pada bersih desa ini untuk selalu mengingat para leluhur yang telah babat alas dan menjadi cikal bakal Desa Dukuh Ini. Dan pada kesempatan yang baik ini, Beliau mengajak seluruh warga Desa untuk berdoa bersama, semoga arwah para leluhur yang mendirikan Desa ini mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.  Seluruh warga masyarakat Desa selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT. Serta seluruh warga mendapat nikmat kesehatan dan diberi kelancaran rezeki yang melimpah, serta di jauhkan dari Malapetaka dan Bala Bencana.

Rangkaian prosesi kegiatan bersih desa setelah sambutan-sambutan,  dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama desa setempat. Setelah doa kemudian acara dilanjutkan dengan makan bersama dari makanan yang sudah dibawa warga untuk saling menukar menu makanan, ini sebagai wujud kebersamaan tidak memandang orang kaya maupun miskin dan memandang strata maupun golongan, mereka berbaur menjadi satu untuk makan bareng. Setelah acara makan-makan bersama selesai, dilanjutkan hiburan berupa budaya tradisional yaitu gambyongan atau hiburan langen tayub, dimana seluruh warga yang hadir dengan pergantian menari bersama sinden sehingga masyarakat terlihat kompak dan guyub rukun dalam acara bersih desa ini. (R13)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar