Senin, 15 Juli 2019

Cegah Banjir Babinsa Desa Kinandang Bersama Warga Perbaiki Selokan


Magetan, Gotong royong merupakan tradisi atau budaya sosial kemasyarakatan sebagai ciri khas bangsa Indonesia, Kemerdekaan bisa di raih karena adanya semangat gotong royong, kebersamaan dan bahu membahu seluruh masyarakat. Setelah reformasi semangat gotong royong tersebut seperti sudah mulai luntur dan salah satu penyebabnya adalah penggunaan uang atau sesuatu imbalan tertentu yang menjadi patokan dalam setiap kegiatan kemasyarakatan.


Daerah Perkotaan sekarang ini makin sulit untuk mendapatkan tradisi gotong royong ini, bahkan beberapa desa secara nyata sudah mulai luntur dan penyebabnya adalah pengaruh modernisasi dan globalisasi serta uang menjadi perusak semangat gotong royong warga desa ini. Kehadiran dalam sebuah kebersamaan terkadang diwakili dengan uang. Contoh nyata tidak hadir ronda cukup bayar pakai uang. Tidak hadir dalam pertemuan rapat cukup titip uang iuran. Bahkan tidak ikut kerja bakti dalam masyarakat pun cukup memberi bantuan uang atau makanan sehingga rasa kebersamaan lama-lama akan hilang karena semua orang hanya mementingkan individualisme.

Namun untuk wilayah Kecamatan Bendo khususnya Desa Kinandang semangat gotong royong masih kental sekali terlihat, masyarakatnya bersatu guyub rukun dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Salah satu contoh hari ini Babinsa Desa Kinandang Serda Tri Agung Basuki bersama warga masyarakat guna mencegah erosi bahu jalan dan banjir pada saat musim hujan tiba. Mereka bersama-sama bergotong royong untuk karya bakti perbaikan selokan disepanjang Jalan Desa Kinandang Kecamatan Bendo. (Senin, 15/07/19)

Serda Tri Agung Basuki sebagai Babinsa mengajak warga binaanya untuk bersama-sama karya bakti perbaikan saluran selokan untuk menghindari kerusakan jalan yang diakibatkan air yang mengalir lewat bahu jalan sehingga mengakibatkan  banjir dan erosi. Serta tujuan gotong-royong agar pekerjaan lebih ringan dan cepat selesai serta agar para warga semua guyub rukun bisa ikut serta gotong-royong sebagai bentuk budaya bangsa Indonesia. Kerja bakti ini digilir sehingga semua warga ikut serta dalam kegiatan ini, termasuk warga yang jadi pegawai atau pekerja kantoran mereka ikut hari libur kerja sehingga bisa bergabung dengan warga yang lain bersama-sama karya bakti.

Serda Tri Agung Basuki  juga menjelaskan bahwa warga binaannya masih menjaga dan melestarikan budaya gotong-royong, kalau ada kegiatan yang sifatnya gotong-royong  masyarakatnya dengan mudah untuk bersama-sama bekerja. Begitu juga dengan tetangga selalu guyub rukun saling membantu, masyarakat disini sangat mudah untuk diminta bantuan tenaga, mereka tidak pernah perhitungan dalam hal membantu tetangga maupun untuk kepentingan umum. Inilah yang membuat masyarakat Desa Kinandang bisa hidup rukun dan harmonis sesama warga. (R13)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar