Minggu, 03 Juli 2016

Khutbah Idul Fitri 1437 H/2016 (Idul Fitri Hari syukuran turunya hidayah)


 Hadirin yang dimuliakan Allah SWT

Marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah dengan sesungguhnya taqwa, dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjahui larangan-larangnya, dengan keyakinan sesungguhnya tidak ada keuntungan yang yang lebih besar, melibihi taat kepada Allah dan tidak ada bahaya yang lebih besar melebihi maksiat kepada Allah SWT.

Hadirin yang dimuliakan Allah SWT

Baru saja kita dalam bulan yang mulia, bulan romadhon, kemudian tanpa terasa kita telah sampai ke bulan yang berikutnya yaitu bulan syawal. Ini adalah satu pelajaran buat kita, begitu cepatnya kehidupan di alam dunia ini, Kemaren romadhon, sekarang syawal. Dan pasti juga datang waktu kemaren di dunia dan sekarang sudah di aherat. Kemaren di Padang Mahsyar, sekarang sudah di surga atau di neraka,. Dan Pasti itu akan kita alami, tanpa bisa kita elakan dalam hari raya yang penuh syukur ini, karena memang hari raya ini adalah hari syukuran,

Dan hendaklah kamu cukupkan bilanganya dan hendaknya kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur (Q.S AlBaqarah : 185)


Hari ini adalah hari syukuran, syukuran atas karunia Allah SWT yang terbesar yang Allah berikan kepada manusia, yaitu karunia hidayah. Karunia hidayah ini adalah karunia yang di dalamnya ada segala karunia, Bila hidayah diberikan kepada seeorang,imam yang hakiki, islam yang hakiki, telah Allah berikan kepada seseorang, Maka sudah baiklah seluruh kehidupannya, sudah selesailah seluruh masalahnya, dunia maupun aherat. Kalau hidayah itu masuk ke dalam hati seseorang, sudah selesai saat itu juga seluruh masalah dunia dan akherat. Apapun kesulitan dunia maka berubah menjadi rahmad, kesusahan-kesusahan mengugurkan dosa, kesulitan-kesulitan menambahkan derajat, kegembiraan-kegembiraan disyukuri mendapatkan pahala, orang yang mendapatkan hidayah, berarti sudah selesai masalahnya saat itu juga di dunia ini, kalau orang sudah mendapatkan hidayah, dapat islam dapat iman kok merasa punya masalah , sebetulnya dia ini salah paham. Saya punya masalah sakit, itu sudah bukan masalah, asalkan iman kamu lurus sudah bukan masalah, seumpama kamu lurus itu bukan masalah, seumpama kamu tahu bagaimana orang-orang kafir fakir akan masuk sorga -500 tahun sebelum orang-orang kaya, kamu akan sujud syukur karena kemiskinan kamu.

Penderitaan-penderitaan bukan masalah lagi. Penderitaan justru jadi rahmat. Nikmat-nikmat itu akan menjadi tambah nikmat lagi, bila hidayah itu masuk dalam hati seseorang, ini di dunia belum lagi di akherat. Maka disanalah hasil hidayah itu akan kita lihat bagaimana kenikmatan abadi telah Allah siapkan.

Maka hari ini hari kita syukuran atas nikmat allah berikan kepada kita, kususnya nikmat terbesar, nikmat hidayah. Tetapi disamping hari ini hari kita syukuran, hadirin yang dimuliakan allaoh swt. Kita hari ini juga perlu merenung, sebulan romadhon tela kita lalui, berapa kekurangan-kekurangan yang telah kita buat dalam bulan romadhon, maka hari kita juga merasa sedih. Apakah kemarin kita mendapatkan Lailatul Qodar, dosa kita yang lalu dan akan datang sudah diampuni oleh Alloh, apakah kemarin waktu romadhon sudah mendapatkan pembebasan dari api neraka, berapa banyak waktu-waktu romadhon kosong, bahkan mungkin juga dalam kemaksiatan-kemaksiatan . maka, hari ini hati orang iman sedih, tetapi Alloh SWT maha rohman, maha rohim, maha kasih sayang kepada hamba-nya. Kita masih dikasih jalan keluar, adakah jalan keluar, adakah cara untuk menambal kekurangan kita dalam bulan romadhon. kalaupun kita waktu Lailatul qodar tidur saja, apakah ada jalan supaya kita ini mendapatkan Lailatul qodar sedangkan romadhon telah berlalu. Romadhon berlalu, qur’anpun kita belum katam, apakah ada jalan supaya kita mendapatkan pahala mengkhotamkan Al qur’an dalam bulan romadhon, sedangkan kita tidak tahu romadhon tahun depan kita masih hidup atau tidak. Berapa banyak teman kita yang kemarin romadhon masih bersama kita, kemudian sekarang sudah dipanggil oleh Allah SWT.

Hadirin yang dimulyakan Allah SWT, Umat ini umat yang disayangi oleh allah, allah pasti kasih jalan kalau kita mau apakah jalannya itu ? Tegakan usaha dakwa, tegakan usaha dakwa dengan sebenar-benarnya, Kalau usaha dakwa ini tegak dengan sebenar-benarnya, sehingga agama ini hidup, dimasjid-masjid dihidupkan taklim, dihidupkan amal-amal masjid, maka tahun depan seumpama kita sudah mati, tapi karena usaha dakwa tegak, kita dapat pahala romadhon lagi, dapat pahala Lailatul Qodar lagi, dapat pahala mengkhotamkan alqur’an lagi, seluruh pahala pahala yang allah berikan kepada manusia-manusia di dunia ini akan datang, walaupun kita sudah tinggalkan dunia ini, kalau kita mnegakkan dakwa, maka kita mendapatkan pahala terus menerus, kalaupun romadhon kemarin kita tidak mendapatkan lalatul qodar, dengan menegakan dakwa, kita senantiasa akan mendapatkan lailatul qodar sampai hari kiamat.

Maka hadirin yang dimulyakan Allah SWT.

Ini hari raya bukanlah sekedar hari syukuran, tetapi hari menguatkan niat kita dengan sungguh-sungguh, kita tidak akan bisa menyempurnakan amal agama ini keculi dengan dakwa. Dengan dakwa kekurangan-kekurangan kita dalam amal agama ini akan tertambal, disaat kita tidur, dapat pahalanya orang yang amal. Di saat-saat kita sedang istirahat, dapat pahalanya orang yang amal. Di saat-saat kita membaca al qur’an, dapat pahalanya orang yang membaca al qur’an, karena kita menegakkan usaha untuk menghidupkan agama di seluruh dunia, bahkan di saat kita mati, kita mendapat pahala yang terus menerus. Beruntunglah orang yang dibuka hatinya untuk menegakan kerja dakwa ini dengan sungguh-sungguh. Dan betul-betul rugi orang-orang yang tidak mau menegakkan dakwa ini dengan sungguh-sungguh, sibuk dengan urusan-urusan yang lain, kalaupun dia mati dalam keadaan iman islam, maka dia dalam kerugian besar juga ketika amal-amalnya telah terputus,

Hadirin yang dimulyakan Allah SWT

Dan bila usaha dakwa ini hidup dengan sebenar-benarnya maka ini adalah suatu kemudahan-kemudahan bagi kita untuk kita bisa amal agama untuk kita sendiri dan untuk bisa mati dalam keadaan iman dan islam. Kalau suasana agama ada, keluarga kita pikir agama, insyah allah dalam keadaan sakaratul amaut maupun orang-orang sekeliling kita ini akan menjadi barokah supaya kita mudah mengingati Allah mudah mengucapkan Lailahailallaoh, mudah mengucapkan kebaikan-kebaikan.

Tetapi hadirin yang dimulyakan allah swt, kita bayangkan kalau kita mati disaat anak kita tidak pikir agama, istri kita tidak pikir agama, rumah kita gelap tidak ada amalan, alangkah sulitnya waktu itu untuk kita mengucapkan Laila haillallah, karena orang sekitar kita semua, disekeliling kita mengajak kita kepada kelalaian, maka hidupkan suasana agama di rumah, hidupkan suasana agama di masjid-masjid, hidupkan suasana agama dimana-mana, dan inilah diatara maksud makna idul fitri, maka Baginda nabi pergi ke masjid dari satu jalan, pergi ke tempat solat ied dari satu jalan, kemudian pulang dari jalan yang lain. Diatara maksudnya kata para ulama, supaya dalam idul fitri ini suasana agama, suasana orang berjalan mondar-mandir untuk agama ini, tambah merata di kampung kita, ini termasuk sunnah, kalau pergi dari jalan yang satu nanti pulang dari jalan yang lain, supayah barokahnya ied, barokahnya susana agama itu lebih menyebar dikampung-kampung umat islam.

Hadirin yang dimulyakan Allah swt

Perlu kita ingat juga diriwayatkan dalam beberapa hadit, bahwa hari raya itu adalah hari yang penuh dengan barokah, yaitu Allah berfirman pada hari raya ini kamu telah berpuasa kurang lebihnya, kamu semua telah menunaikan tugas-tugasmu saat ini kamu minta apa, kamu minta apa saja urusan dunia aku akan lihat kemasalahatan kamu dan bila kamu minta urusan akhirat akan langsung aku beri, Jadi Allah berfirman pada saat ini memberi kesempatan kepada kita untuk berdoa kepada allah urusan dunia, urusan akhirat maka, jangan samapai disia-siakan kesempatan yang mulia ini, kita banyak doa kepada Allah dan jangan lupa doa untuk keluarga kita, untuk anak cucu kita ahli kampung kita dan doa untuk seluruh umat islam, doa untuk seluruh alam, doa yang terpenting, karena hari ini hari syukuran hidayah, doa yang terpenting adalah hidayah agar agar Alloh turunkan hidayah untuk diri kita, keluarga kita, anak cucu kita, tetangga-tetangga kita, dan umat islam diseluruh dunia,

Bila Allah turunkan hidayah, seperti waktu siang, panas kemarau tiba-tiba Allah datangkan hujan seketika, kalau allah turunkan hujan, makamusin penghujan, hijau semua, basah semua, dingin semua, Begitu juga hadirin yng di mulyakan Allah SWT, suasana-suasana maksiat diseluruh dunia, kekufuran kemurtatan, kebiadaban, kesemrawutan, kalau Allah turunkanhidayah makananti tiba-tiba berubah. Suasana kasih sayang, dan Allah maha kuasa berbuat apa sajayang Allah mau, tetapi, sudah sunatullah, datangnya hidayah itu setelah tingkatkan usaha dakwa kita ini, sampai ke tingkatan yang ditentukan Allah SWT, Maka kita senantiasa berdoa, senantiasa memperjuangkan agama sampai tingkatan yang di ridhoi allah, tiba-tiba akan datang hujan hidayah dimana-mana, sehingga kitab dapat pahala dimana-mana sehingga kita mati tersenyum-senyum di kubur kita, semoga kita semua mendapatkan hidayah dari Allah SWT, amin yarobal alamin,
Add caption


Khutbah Idul Fitri 1435 H/2014 Khutbah Idul Fitri 1435 H/2014 (Idul Fitri Hari syukuran turunya hidayah) Hadirin yang dimuliakan Allah SWT Marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah dengan sesungguhnya taqwa, dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjahui larangan-larangnya, dengan keyakinan sesungguhnya tidak ada keuntungan yang yang lebih besar, melibihi taat kepada Allah dan tidak ada bahaya yang lebih besar melebihi maksiat kepada Allah SWT. Hadirin yang dimuliakan Allah SWT Baru saja kita dalam bulan yang mulia, bulan romadhon, kemudian tanpa terasa kita telah sampai ke bulan yang berikutnya yaitu bulan syawal. Ini adalah satu pelajaran buat kita, begitu cepatnya kehidupan di alam dunia ini, Kemaren romadhon, sekarang syawal. Dan pasti juga datang waktu kemaren di dunia dan sekarang sudah di aherat. Kemaren di Padang Mahsyar, sekarang sudah di surga atau di neraka,. Dan Pasti itu akan kita alami, tanpa bisa kita elakan dalam hari raya yang penuh syukur ini, karena memang hari raya ini adalah hari syukuran, Dan hendaklah kamu cukupkan bilanganya dan hendaknya kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur (Q.S AlBaqarah : 185) Hari ini adalah hari syukuran, syukuran atas karunia Allah SWT yang terbesar yang Allah berikan kepada manusia, yaitu karunia hidayah. Karunia hidayah ini adalah karunia yang di dalamnya ada segala karunia, Bila hidayah diberikan kepada seeorang,imam yang hakiki, islam yang hakiki, telah Allah berikan kepada seseorang, Maka sudah baiklah seluruh kehidupannya, sudah selesailah seluruh masalahnya, dunia maupun aherat. Kalau hidayah itu masuk ke dalam hati seseorang, sudah selesai saat itu juga seluruh masalah dunia dan akherat. Apapun kesulitan dunia maka berubah menjadi rahmad, kesusahan-kesusahan mengugurkan dosa, kesulitan-kesulitan menambahkan derajat, kegembiraan-kegembiraan disyukuri mendapatkan pahala, orang yang mendapatkan hidayah, berarti sudah selesai masalahnya saat itu juga di dunia ini, kalau orang sudah mendapatkan hidayah, dapat islam dapat iman kok merasa punya masalah , sebetulnya dia ini salah paham. Saya punya masalah sakit, itu sudah bukan masalah, asalkan iman kamu lurus sudah bukan masalah, seumpama kamu lurus itu bukan masalah, seumpama kamu tahu bagaimana orang-orang kafir fakir akan masuk sorga -500 tahun sebelum orang-orang kaya, kamu akan sujud syukur karena kemiskinan kamu. Penderitaan-penderitaan bukan masalah lagi. Penderitaan justru jadi rahmat. Nikmat-nikmat itu akan menjadi tambah nikmat lagi, bila hidayah itu masuk dalam hati seseorang, ini di dunia belum lagi di akherat. Maka disanalah hasil hidayah itu akan kita lihat bagaimana kenikmatan abadi telah Allah siapkan. Maka hari ini hari kita syukuran atas nikmat allah berikan kepada kita, kususnya nikmat terbesar, nikmat hidayah. Tetapi disamping hari ini hari kita syukuran, hadirin yang dimuliakan allaoh swt. Kita hari ini juga perlu merenung, sebulan romadhon tela kita lalui, berapa kekurangan-kekurangan yang telah kita buat dalam bulan romadhon, maka hari kita juga merasa sedih. Apakah kemarin kita mendapatkan Lailatul Qodar, dosa kita yang lalu dan akan datang sudah diampuni oleh Alloh, apakah kemarin waktu romadhon sudah mendapatkan pembebasan dari api neraka, berapa banyak waktu-waktu romadhon kosong, bahkan mungkin juga dalam kemaksiatan-kemaksiatan . maka, hari ini hati orang iman sedih, tetapi Alloh SWT maha rohman, maha rohim, maha kasih sayang kepada hamba-nya. Kita masih dikasih jalan keluar, adakah jalan keluar, adakah cara untuk menambal kekurangan kita dalam bulan romadhon.kalaupun kita waktu Lailatul qodar tidur saja, apakah ada jalan supaya kita ini mendapatkan Lailatul qodar sedangkan romadhon telah berlalu. Romadhon berlalu, qur’anpun kita belum katam, apakah ada jalan supaya kita mendapatkan pahala mengkhotamkan Al qur’an dalam bulan romadhon, sedangkan kita tidak tahu romadhon tahun depan kita masih hidup atau tidak. Berapa banyak teman kita yang kemarin romadhon masih bersama kita, kemudian sekarang sudah dipanggil oleh Allah SWT. Hadirin yang dimulyakan Allah Umat ini umat yang disayangi oleh allah, allah pasti kasih jalan kalau kita mau apakah jalannya itu ? Tegakan usaha dakwa, tegakan usaha dakwa dengan sebenar-benarnya, Kalau usaha dakwa ini tegak dengan sebenar-benarnya, sehingga agama ini hidup, dimasjid-masjid dihidupkan taklim, dihidupkan amal-amal masjid, maka tahun depan seumpama kita sudah mati, tapi karena usaha dakwa tegak, kita dapat pahala romadhon lagi, dapat pahala Lailatul Qodar lagi, dapat pahala mengkhotamkan alqur’an lagi, seluruh pahala pahala yang allah berikan kepada manusia-manusia di dunia ini akan datang, walaupun kita sudah tinggalkan dunia ini, kalau kita mnegakkan dakwa, maka kita mendapatkan pahala terus menerus, kalaupun romadhon kemarin kita tidak mendapatkan lalatul qodar, dengan menegakan dakwa, kita senantiasa akan mendapatkan lailatul qodar sampai hari kiamat. Maka hadirin yang dimulyakan Allah SWT. Ini hari raya bukanlah sekedar hari syukuran, tetapi hari menguatkan niat kita dengan sungguh-sungguh, kita tidak akan bisa menyempurnakan amal agama ini keculi dengan dakwa. Dengan dakwa kekurangan-kekurangan kita dalam amal agama ini akan tertambal, disaat kita tidur, dapat pahalanya orang yang amal. Di saat-saat kita sedang istirahat, dapat pahalanya orang yang amal. Di saat-saat kita membaca al qur’an, dapat pahalanya orang yang membaca al qur’an, karena kita menegakkan usaha untuk menghidupkan agama di seluruh dunia, bahkan di saat kita mati, kita mendapat pahala yang terus menerus. Beruntunglah orang yang dibuka hatinya untuk menegakan kerja dakwa ini dengan sungguh-sungguh. Dan betul-betul rugi orang-orang yang tidak mau menegakkan dakwa ini dengan sungguh-sungguh, sibuk dengan urusan-urusan yang lain, kalaupun dia mati dalam keadaan iman islam, maka dia dalam kerugian besar juga ketika amal-amalnya telah terputus, Hadirin yang dimulyakan Allah SWT Dan bila usaha dakwa ini hidup dengan sebenar-benarnya maka ini adalah suatu kemudahan-kemudahan bagi kita untuk kita bisa amal agama untuk kita sendiri dan untuk bisa mati dalam keadaan iman dan islam. Kalau suasana agama ada, keluarga kita pikir agama, insyah allah dalam keadaan sakaratul amaut maupun orang-orang sekeliling kita ini akan menjadi barokah supaya kita mudah mengingati Allah mudah mengucapkan Lailahailallaoh, mudah mengucapkan kebaikan-kebaikan. Tetapi hadirin yang dimulyakan allah swt, kita bayangkan kalau kita mati disaat anak kita tidak pikir agama, istri kita tidak pikir agama, rumah kita gelap tidak ada amalan, alangkah sulitnya waktu itu untuk kita mengucapkan Laila haillallah, karena orang sekitar kita semua, disekeliling kita mengajak kita kepada kelalaian, maka hidupkan suasana agama di rumah, hidupkan suasana agama di masjid-masjid, hidupkan suasana agama dimana-mana, dan inilah diatara maksud makna idul fitri, maka Baginda nabi pergi ke masjid dari satu jalan, pergi ke tempat solat ied dari satu jalan, kemudian pulang dari jalan yang lain. Diatara maksudnya kata para ulama, supaya dalam idul fitri ini suasana agama, suasana orang berjalan mondar-mandir untuk agama ini, tambah merata di kampung kita, ini termasuk sunnah, kalau pergi dari jalan yang satu nanti pulang dari jalan yang lain, supayah barokahnya ied, barokahnya susana agama itu lebih menyebar dikampung-kampung umat islam. Hadirin yang dimulyakan Allah swt Perlu kita ingat juga diriwayatkan dalam beberapa hadit, bahwa hari raya itu adalah hari yang penuh dengan barokah, yaitu Allah berfirmanpada hari raya ini kamu telah berpuasa kurang lebihnya, kamu semua telah menunaikan tugas-tugasmu saat ini kamu minta apa, kamu minta apa saja urusan dunia aku akan lihat kemasalahatan kamu dan bila kamu minta urusan akhirat akan langsung aku beri, Jadi Allah berfirman pada saat ini memberi kesempatan kepada kita untuk berdoa kepada allah urusan dunia, urusan akhirat maka, jangan samapai disia-siakan kesempatan yang mulia ini, kita banyak doa kepada Allah dan jangan lupa doa untuk keluarga kita, untuk anak cucu kita ahli kampung kita dan doa untuk seluruh umat islam, doa untuk seluruh alam, doa yang terpenting, karena hari ini hari syukuran hidayah, doa yang terpenting adalah hidayah agar agar Alloh turunkan hidayah untuk diri kita, keluarga kita, anak cucu kita, tetangga-tetangga kita, dan umat islam diseluruh dunia, Bila Allah turunkan hidayah, seperti waktu siang, panas kemarau tiba-tiba Allah datangkan hujan seketika, kalau allah turunkan hujan, makamusin penghujan, hijau semua, basah semua, dingin semua, Begitu juga hadirin yng di mulyakan Allah SWT, suasana-suasana maksiat diseluruh dunia, kekufuran kemurtatan, kebiadaban, kesemrawutan, kalau Allah turunkanhidayah makananti tiba-tiba berubah. Suasana kasih sayang, dan Allah maha kuasa berbuat apa sajayang Allah mau, tetapi, sudah sunatullah, datangnya hidayah itu setelah tingkatkan usaha dakwa kita ini, sampai ke tingkatan yang ditentukan Allah SWT, Maka kita senantiasa berdoa, senantiasa memperjuangkan agama sampai tingkatan yang di ridhoi allah, tiba-tiba akan datang hujan hidayah dimana-mana, sehingga kitabdapat pahala dimana-mana sehingga kita mati tersenyum-senyum di kubur kita, semoga kita semua mendapatkan hidayah dari Allah SWT, amin yarobal alamin,

Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ
Khutbah Idul Fitri 1435 H/2014 Khutbah Idul Fitri 1435 H/2014 (Idul Fitri Hari syukuran turunya hidayah) Hadirin yang dimuliakan Allah SWT Marilah kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah dengan sesungguhnya taqwa, dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjahui larangan-larangnya, dengan keyakinan sesungguhnya tidak ada keuntungan yang yang lebih besar, melibihi taat kepada Allah dan tidak ada bahaya yang lebih besar melebihi maksiat kepada Allah SWT. Hadirin yang dimuliakan Allah SWT Baru saja kita dalam bulan yang mulia, bulan romadhon, kemudian tanpa terasa kita telah sampai ke bulan yang berikutnya yaitu bulan syawal. Ini adalah satu pelajaran buat kita, begitu cepatnya kehidupan di alam dunia ini, Kemaren romadhon, sekarang syawal. Dan pasti juga datang waktu kemaren di dunia dan sekarang sudah di aherat. Kemaren di Padang Mahsyar, sekarang sudah di surga atau di neraka,. Dan Pasti itu akan kita alami, tanpa bisa kita elakan dalam hari raya yang penuh syukur ini, karena memang hari raya ini adalah hari syukuran, Dan hendaklah kamu cukupkan bilanganya dan hendaknya kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur (Q.S AlBaqarah : 185) Hari ini adalah hari syukuran, syukuran atas karunia Allah SWT yang terbesar yang Allah berikan kepada manusia, yaitu karunia hidayah. Karunia hidayah ini adalah karunia yang di dalamnya ada segala karunia, Bila hidayah diberikan kepada seeorang,imam yang hakiki, islam yang hakiki, telah Allah berikan kepada seseorang, Maka sudah baiklah seluruh kehidupannya, sudah selesailah seluruh masalahnya, dunia maupun aherat. Kalau hidayah itu masuk ke dalam hati seseorang, sudah selesai saat itu juga seluruh masalah dunia dan akherat. Apapun kesulitan dunia maka berubah menjadi rahmad, kesusahan-kesusahan mengugurkan dosa, kesulitan-kesulitan menambahkan derajat, kegembiraan-kegembiraan disyukuri mendapatkan pahala, orang yang mendapatkan hidayah, berarti sudah selesai masalahnya saat itu juga di dunia ini, kalau orang sudah mendapatkan hidayah, dapat islam dapat iman kok merasa punya masalah , sebetulnya dia ini salah paham. Saya punya masalah sakit, itu sudah bukan masalah, asalkan iman kamu lurus sudah bukan masalah, seumpama kamu lurus itu bukan masalah, seumpama kamu tahu bagaimana orang-orang kafir fakir akan masuk sorga -500 tahun sebelum orang-orang kaya, kamu akan sujud syukur karena kemiskinan kamu. Penderitaan-penderitaan bukan masalah lagi. Penderitaan justru jadi rahmat. Nikmat-nikmat itu akan menjadi tambah nikmat lagi, bila hidayah itu masuk dalam hati seseorang, ini di dunia belum lagi di akherat. Maka disanalah hasil hidayah itu akan kita lihat bagaimana kenikmatan abadi telah Allah siapkan. Maka hari ini hari kita syukuran atas nikmat allah berikan kepada kita, kususnya nikmat terbesar, nikmat hidayah. Tetapi disamping hari ini hari kita syukuran, hadirin yang dimuliakan allaoh swt. Kita hari ini juga perlu merenung, sebulan romadhon tela kita lalui, berapa kekurangan-kekurangan yang telah kita buat dalam bulan romadhon, maka hari kita juga merasa sedih. Apakah kemarin kita mendapatkan Lailatul Qodar, dosa kita yang lalu dan akan datang sudah diampuni oleh Alloh, apakah kemarin waktu romadhon sudah mendapatkan pembebasan dari api neraka, berapa banyak waktu-waktu romadhon kosong, bahkan mungkin juga dalam kemaksiatan-kemaksiatan . maka, hari ini hati orang iman sedih, tetapi Alloh SWT maha rohman, maha rohim, maha kasih sayang kepada hamba-nya. Kita masih dikasih jalan keluar, adakah jalan keluar, adakah cara untuk menambal kekurangan kita dalam bulan romadhon.kalaupun kita waktu Lailatul qodar tidur saja, apakah ada jalan supaya kita ini mendapatkan Lailatul qodar sedangkan romadhon telah berlalu. Romadhon berlalu, qur’anpun kita belum katam, apakah ada jalan supaya kita mendapatkan pahala mengkhotamkan Al qur’an dalam bulan romadhon, sedangkan kita tidak tahu romadhon tahun depan kita masih hidup atau tidak. Berapa banyak teman kita yang kemarin romadhon masih bersama kita, kemudian sekarang sudah dipanggil oleh Allah SWT. Hadirin yang dimulyakan Allah Umat ini umat yang disayangi oleh allah, allah pasti kasih jalan kalau kita mau apakah jalannya itu ? Tegakan usaha dakwa, tegakan usaha dakwa dengan sebenar-benarnya, Kalau usaha dakwa ini tegak dengan sebenar-benarnya, sehingga agama ini hidup, dimasjid-masjid dihidupkan taklim, dihidupkan amal-amal masjid, maka tahun depan seumpama kita sudah mati, tapi karena usaha dakwa tegak, kita dapat pahala romadhon lagi, dapat pahala Lailatul Qodar lagi, dapat pahala mengkhotamkan alqur’an lagi, seluruh pahala pahala yang allah berikan kepada manusia-manusia di dunia ini akan datang, walaupun kita sudah tinggalkan dunia ini, kalau kita mnegakkan dakwa, maka kita mendapatkan pahala terus menerus, kalaupun romadhon kemarin kita tidak mendapatkan lalatul qodar, dengan menegakan dakwa, kita senantiasa akan mendapatkan lailatul qodar sampai hari kiamat. Maka hadirin yang dimulyakan Allah SWT. Ini hari raya bukanlah sekedar hari syukuran, tetapi hari menguatkan niat kita dengan sungguh-sungguh, kita tidak akan bisa menyempurnakan amal agama ini keculi dengan dakwa. Dengan dakwa kekurangan-kekurangan kita dalam amal agama ini akan tertambal, disaat kita tidur, dapat pahalanya orang yang amal. Di saat-saat kita sedang istirahat, dapat pahalanya orang yang amal. Di saat-saat kita membaca al qur’an, dapat pahalanya orang yang membaca al qur’an, karena kita menegakkan usaha untuk menghidupkan agama di seluruh dunia, bahkan di saat kita mati, kita mendapat pahala yang terus menerus. Beruntunglah orang yang dibuka hatinya untuk menegakan kerja dakwa ini dengan sungguh-sungguh. Dan betul-betul rugi orang-orang yang tidak mau menegakkan dakwa ini dengan sungguh-sungguh, sibuk dengan urusan-urusan yang lain, kalaupun dia mati dalam keadaan iman islam, maka dia dalam kerugian besar juga ketika amal-amalnya telah terputus, Hadirin yang dimulyakan Allah SWT Dan bila usaha dakwa ini hidup dengan sebenar-benarnya maka ini adalah suatu kemudahan-kemudahan bagi kita untuk kita bisa amal agama untuk kita sendiri dan untuk bisa mati dalam keadaan iman dan islam. Kalau suasana agama ada, keluarga kita pikir agama, insyah allah dalam keadaan sakaratul amaut maupun orang-orang sekeliling kita ini akan menjadi barokah supaya kita mudah mengingati Allah mudah mengucapkan Lailahailallaoh, mudah mengucapkan kebaikan-kebaikan. Tetapi hadirin yang dimulyakan allah swt, kita bayangkan kalau kita mati disaat anak kita tidak pikir agama, istri kita tidak pikir agama, rumah kita gelap tidak ada amalan, alangkah sulitnya waktu itu untuk kita mengucapkan Laila haillallah, karena orang sekitar kita semua, disekeliling kita mengajak kita kepada kelalaian, maka hidupkan suasana agama di rumah, hidupkan suasana agama di masjid-masjid, hidupkan suasana agama dimana-mana, dan inilah diatara maksud makna idul fitri, maka Baginda nabi pergi ke masjid dari satu jalan, pergi ke tempat solat ied dari satu jalan, kemudian pulang dari jalan yang lain. Diatara maksudnya kata para ulama, supaya dalam idul fitri ini suasana agama, suasana orang berjalan mondar-mandir untuk agama ini, tambah merata di kampung kita, ini termasuk sunnah, kalau pergi dari jalan yang satu nanti pulang dari jalan yang lain, supayah barokahnya ied, barokahnya susana agama itu lebih menyebar dikampung-kampung umat islam. Hadirin yang dimulyakan Allah swt Perlu kita ingat juga diriwayatkan dalam beberapa hadit, bahwa hari raya itu adalah hari yang penuh dengan barokah, yaitu Allah berfirmanpada hari raya ini kamu telah berpuasa kurang lebihnya, kamu semua telah menunaikan tugas-tugasmu saat ini kamu minta apa, kamu minta apa saja urusan dunia aku akan lihat kemasalahatan kamu dan bila kamu minta urusan akhirat akan langsung aku beri, Jadi Allah berfirman pada saat ini memberi kesempatan kepada kita untuk berdoa kepada allah urusan dunia, urusan akhirat maka, jangan samapai disia-siakan kesempatan yang mulia ini, kita banyak doa kepada Allah dan jangan lupa doa untuk keluarga kita, untuk anak cucu kita ahli kampung kita dan doa untuk seluruh umat islam, doa untuk seluruh alam, doa yang terpenting, karena hari ini hari syukuran hidayah, doa yang terpenting adalah hidayah agar agar Alloh turunkan hidayah untuk diri kita, keluarga kita, anak cucu kita, tetangga-tetangga kita, dan umat islam diseluruh dunia, Bila Allah turunkan hidayah, seperti waktu siang, panas kemarau tiba-tiba Allah datangkan hujan seketika, kalau allah turunkan hujan, makamusin penghujan, hijau semua, basah semua, dingin semua, Begitu juga hadirin yng di mulyakan Allah SWT, suasana-suasana maksiat diseluruh dunia, kekufuran kemurtatan, kebiadaban, kesemrawutan, kalau Allah turunkanhidayah makananti tiba-tiba berubah. Suasana kasih sayang, dan Allah maha kuasa berbuat apa sajayang Allah mau, tetapi, sudah sunatullah, datangnya hidayah itu setelah tingkatkan usaha dakwa kita ini, sampai ke tingkatan yang ditentukan Allah SWT, Maka kita senantiasa berdoa, senantiasa memperjuangkan agama sampai tingkatan yang di ridhoi allah, tiba-tiba akan datang hujan hidayah dimana-mana, sehingga kitabdapat pahala dimana-mana sehingga kita mati tersenyum-senyum di kubur kita, semoga kita semua mendapatkan hidayah dari Allah SWT, amin yarobal alamin,

Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar